aku datang dengan keterlambatan, ketika orang – orang sudah menemuimu lebih awal
keterlambatan ku karena aku mencari tau bagaimana dirimu sekarang
aku datang hanya dengan senyum, ketika orang-orang datang menemuimu dengan materi
aku senyum karena aku ingin engkau pun selalu tersenyum karena bersamaku
aku datang dengan ketidakpastian, ketika orang-orang datang pada mu memberi kepastian
ketidakpastian ku adalah kepastian bahwa engkau lah tulang rusukku yang hilang
aku datang mendiamkan engkau, ketika orang-orang ketika orang-orang datang pada mu langsung memberi perhatian padamu
mendiamkanya aku, karena aku sedang menatap kagum akan ciptaanNya
aku datang ketika aku masih berada di titik nol, ketika orang-orang datang pada mu sudah tidak berada dititik nol
inilah aku, dengan titik nol berani datang dan menyatakan pada mu……
